Menggunakan Adaptive Quality agar Game Mobile Lebih Stabil

Menggunakan Adaptive Quality agar Game Mobile Lebih Stabil

Dua smartphone dengan harga mirip belum tentu menjalankan game dengan performa yang sama. Chipset, GPU, pendinginan, resolusi layar, kapasitas RAM, bahkan desain bodi dapat memengaruhi kemampuan perangkat mempertahankan frame rate. Masalahnya semakin rumit ketika game harus berjalan di ratusan model Android. Menggunakan Adaptive Quality membantu developer keluar dari pendekatan “satu setting untuk semua”. Game dapat … Read more

Menggunakan Server Authority untuk Mengurangi Risiko Cheating

Menggunakan Server Authority untuk Mengurangi Risiko Cheating

Cheating menjadi masalah serius ketika client diberi terlalu banyak kontrol terhadap game state. Jika perangkat pemain bisa menentukan sendiri posisi karakter, damage, jumlah currency, atau hasil tembakan, attacker hanya perlu memodifikasi data lokal untuk memperoleh keuntungan. Menggunakan Server Authority mengubah pendekatan tersebut dengan menjadikan server sebagai sumber kebenaran utama. Client tetap menerima input pemain dan … Read more

Menggunakan Machine Learning agar Tingkat Kesulitan Game Lebih Adaptif

Menggunakan Machine Learning agar Tingkat Kesulitan Game Lebih Adaptif

Bayangkan boss yang selalu memberikan tantangan pas. Pemain pemula tetap harus berusaha, tetapi tidak langsung dihancurkan. Pemain berpengalaman juga tidak bisa menang hanya dengan mengulang strategi sederhana. Dynamic Difficulty Adjustment mencoba menciptakan keseimbangan seperti ini dengan mengubah tantangan berdasarkan kemampuan aktual pemain. Dengan Menggunakan Machine Learning, keputusan tersebut bisa dibuat berdasarkan pola performa dan feedback … Read more

Mengoptimalkan Video Encoding untuk Latency Cloud Gaming Rendah

Mengoptimalkan Video Encoding untuk Latency Cloud Gaming Rendah

Video encoding pada cloud gaming bekerja dalam kondisi yang cukup ekstrem. Encoder harus menerima frame baru puluhan kali setiap detik, mengompresnya secepat mungkin, lalu mengirim hasilnya melalui jaringan yang kualitasnya terus berubah. Jika terlalu mengejar kualitas, latency meningkat. Jika kompresi terlalu agresif, visual menjadi pecah dan sulit dinikmati. Karena itu, Mengoptimalkan Video Encoding tidak bisa … Read more

Menggunakan Level of Detail untuk Optimasi Game 3D yang Efisien

Menggunakan Level of Detail untuk Optimasi Game 3D yang Efisien

Semakin luas dunia sebuah game, semakin besar tantangan untuk mempertahankan performanya. Pemain mungkin melihat gunung, gedung, pepohonan, kendaraan, dan karakter sekaligus, tetapi tidak semua elemen membutuhkan detail maksimal. Memaksa GPU memproses model berkualitas tinggi pada objek yang hanya memenuhi beberapa pixel layar jelas kurang efisien. Karena itu, Menggunakan Level of Detail bukan hanya urusan mengurangi … Read more

Menggunakan Vertical Slice sebelum Game Masuk Full Production

Menggunakan Vertical Slice sebelum Game Masuk Full Production

Full production adalah tahap ketika jumlah konten meningkat dengan cepat. Puluhan level mulai dibuat, character masuk pipeline, quest bertambah, dan biaya produksi ikut membesar. Jika asumsi dasar proyek masih salah pada fase ini, perbaikannya bisa sangat mahal. Karena itu, Menggunakan Vertical Slice sebaiknya dipandang sebagai gerbang keputusan, bukan sekadar milestone presentasi. Slice memberi kesempatan kepada … Read more

Menggunakan Source-Sink Balance untuk Ekonomi Game Jangka Panjang

Menggunakan Source-Sink Balance untuk Ekonomi Game Jangka Panjang

Ekonomi game bisa terlihat sempurna saat launch, tetapi kondisinya belum tentu sama setahun kemudian. Veteran mengumpulkan jutaan Gold, event baru membawa reward lebih besar, sementara sink lama perlahan kehilangan fungsi karena progression sudah selesai. Karena itu, Menggunakan Source-Sink Balance pada live service harus dilakukan secara dinamis. Developer tidak hanya menghitung berapa currency yang masuk dan … Read more

Menggunakan Onboarding Bertahap untuk Membangun Player Mastery

Menggunakan Onboarding Bertahap untuk Membangun Player Mastery

Mekanik mendalam adalah pedang bermata dua. Di satu sisi, kompleksitas memberikan ruang eksperimen dan mastery yang membuat game menarik dalam jangka panjang. Di sisi lain, pemain bisa meninggalkan game bahkan sebelum melihat kedalaman tersebut jika pengalaman awal terasa terlalu sulit. Karena itu, Menggunakan Onboarding Bertahap sebaiknya dipandang sebagai proses membangun kemampuan pemain, bukan sekadar tutorial … Read more

Menggunakan Content Cadence untuk Membangun Retention Jangka Panjang

Menggunakan Content Cadence untuk Membangun Retention Jangka Panjang

Tidak semua pemain mengonsumsi konten dengan kecepatan yang sama. Ada yang menyelesaikan season dalam beberapa hari, sementara pemain kasual mungkin baru mencapai setengah progression ketika event hampir berakhir. Karena itu, Menggunakan Content Cadence secara efektif bukan sekadar menentukan “update setiap dua minggu”. Ritme terbaik lahir dari pemahaman tentang lifecycle pemain, perilaku cohort, kemampuan produksi studio, … Read more

Menggunakan Emergent Gameplay agar Pemain Selalu Menemukan Hal Baru

Menggunakan Emergent Gameplay agar Pemain Selalu Menemukan Hal Baru

Pemain tidak selalu kembali ke sebuah game karena ada map baru atau update besar. Kadang alasan mereka jauh lebih sederhana: “Saya ingin mencoba sesuatu yang belum pernah saya lakukan sebelumnya.” Keinginan seperti inilah yang bisa dibangun dengan Menggunakan Emergent Gameplay. Alih-alih membuat seluruh pengalaman melalui skenario yang sudah ditentukan, developer menciptakan aturan yang dapat saling … Read more